Erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana tidak bisa ditunda. Dalam situasi darurat, perempuan menghadapi tantangan unik—mulai dari siklus menstruasi, kehamilan, hingga menyusui—yang membutuhkan perhatian ekstra. Sayangnya, kebutuhan ini sering tidak masuk dalam daftar perlengkapan darurat standar.

Menyiapkan tas siaga bencana (TSB) bukan berarti kita paranoid. Justru ini bentuk cinta pada diri sendiri dan keluarga. Dengan tas yang tepat, kita bisa tetap merasa aman dan nyaman meski harus mengungsi atau berpindah tempat.

Mengapa Tas Darurat Perempuan Perlu Disesuaikan?

Peraturan BNPB Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Penanggulangan Bencana menegaskan bahwa kebutuhan perempuan dan laki-laki berbeda. Perempuan yang sedang menstruasi, hamil, atau menyusui memerlukan perlengkapan khusus yang tidak selalu tersedia di posko pengungsian. Menambahkan pembalut atau pakaian dalam ekstra bukanlah pemborosan—itu kebutuhan dasar saat akses ke toko atau kamar mandi terbatas.

Isi Dasar Tas Siaga Bencana

Sebelum menambahkan kebutuhan pribadi, pastikan tas sudah memuat perlengkapan dasar berikut:

  • Air minum minimal 2 liter per orang per hari
  • Makanan tahan lama (biskuit, mie instan, makanan kaleng)
  • Pakaian ganti dan pakaian dalam
  • Obat pribadi dan kotak P3K
  • Ponsel, charger, dan power bank
  • Senter atau headlamp dengan baterai cadangan
  • Peluit untuk memberi sinyal
  • Masker dan perlengkapan mandi
  • Uang tunai secukupnya
  • Dokumen penting dalam wadah kedap air

Simpan tas di tempat yang mudah dijangkau, dekat pintu keluar, dan periksa isinya secara berkala.

Barang Khusus Perempuan yang Wajib Ada

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, tambahkan item berikut sesuai kondisi pribadi:

  • Pembalut atau produk menstruasi favorit: Bawa yang biasa digunakan, plus cadangan. Jika memakai tampon atau menstrual cup, sertakan kantong ziplock untuk barang bekas.
  • Pakaian dalam dan pakaian ganti: Pilih yang ringan, mudah dilipat, dan nyaman. Cukup untuk 2-3 hari.
  • Perlengkapan kebersihan: Sabun kecil, sikat gigi, pasta gigi, hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, handuk kecil, dan sisir.
  • Obat-obatan pribadi: Termasuk obat pereda nyeri haid, vitamin, atau obat resep rutin.
  • Kebutuhan ibu hamil: Buku KIA, vitamin prenatal, dan pakaian longgar.
  • Kebutuhan ibu menyusui: Breast pad, pompa ASI manual, atau botol susu.
  • Alat bantu kebersihan: Pembalut kain, kantong sampah, dan disinfektan.
  • Perlindungan ekstra: Jaket tipis, syal, atau kain panjang untuk menjaga kehangatan dan privasi.

Tips Menyusun Tas Siaga yang Efisien

Gunakan tas ransel yang nyaman dipakai. Kelompokkan barang dalam kantong plastik atau pouch terpisah agar mudah dicari. Libatkan anggota keluarga lain untuk memastikan tas semua orang siap. Jangan lupa periksa tanggal kedaluwarsa makanan dan obat setiap enam bulan.

Ingat, tas siaga bukan untuk membawa seluruh isi rumah. Fokus pada kebutuhan penting selama 3 hari pertama. Dengan persiapan matang, kita bisa menghadapi situasi darurat dengan lebih tenang dan tetap menjaga martabat sebagai perempuan.

Reporter: Sania Putri